Connect with us

Hi, what are you looking for?

Berita

Wakil Rektor Bidang Wakomut BRI Said Didu: Melanggar Statuta UI, Memalukan

Wakil Rektor Bidang Wakomut BRI Said Didu: Melanggar Statuta UI, Memalukan

[ad_1]

JAKARTA –  Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro dianggap melanggar Statuta UI lantaran merangkap jabatan sebagai Wakil Komisaris Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu menjelaskan statuta setara dengan sebuah konstitusi di perguruan tinggi yang harus ditaati.

Disebutkannya, Pasal 35 huruf c PP 68/2013 tentang Statuta UI melarang rektor dan wakil rektor secara bersamaan bertindak sebagai pejabat di badan usaha milik negara/daerah atau swasta.

“Nah yang saya baca di statuta UI sangat jelas tertulis tidak bisa cum. Salah satunya tidak bisa departemen di BUMN, BUMD, BUMD, BUMD. Sangat jelas tertulis di statuta UI,” kata Said Didu dalam sambutannya. Diskusi dengan Hersubeno Arief dalam sebuah video yang diunggah ke akun YouTube MSD, Selasa, 29 Juni.

Said mengungkapkan, Adi Kuncoro sejak lama menjadi komisaris. Bahkan, kata dia, sebelum menjadi Wakil Komisaris Utama BRI, Ari juga pernah menjadi Komisaris Utama BNI.

“Jadi sudah lama sebenarnya komisaris. Artinya, ini sudah jelas-jelas melanggar statuta,” ungkapnya.

Said Didu menyayangkan pelanggaran aturan ini terjadi di rektorat UI. Ditambah lagi, Majelis Wali Amanah menurutnya  terkesan hanya diam.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Menurut saya, ini pelanggaran yang sangat sudah jelas dan kalau pelanggaran seperti ini terjadi dan dibiarkan apalagi dilakukan oleh rektor universitas terbaik di Indonesia, itu sangat memalukan,” tegasnya.

Said menilai, salah satu yang harus dilakukan adalah mengambil tindakan yakni memberhentikan rektor UI atau, yang bersangkutan memilih mundur dari jabatan wakil komuter BRI.

“Karena pengangkatan tidak sah maka seluruh penghasilan yang dia peroleh harus dikembalikan. Baru kali ini rektor mau jadi komisaris sebelumnya enggak ada yang mau. Gengsinya gede loh rektor itu, setara menteri. Masa mau jadi komisaris? Turun derajatnya!,” pungkas Said Didu.

.

[ad_2]

Source

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

Berita

[ad_1] JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah membocorkan substansi dugaan korupsi yang masih dalam proses penyelidikan. Bila pun ada informasi beredar terkait kasus...

Berita

[ad_1] JAKARTA – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengajak 200 perwakilan pelajar untuk tidak melakukan bullying atau perundungan kepada sesama teman, terutama pada penyandang disabilitas....

Berita

[ad_1] JAKARTA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendorong eksplorasi lebih jauh rempah-rempah–yang merupakan kekayaan alam Indonesia–untuk kepentingan dunia kesehatan. “Tidak hanya...

Ekonomi

[ad_1] JAKARTA – Harga sewa pesawat Garuda Indonesia lebih mahal empat kali lipat atau 26 persen dari rata-rata harga di dunia. Menteri BUMN Erick...

Advertisement
close