Connect with us

Hi, what are you looking for?

Defense

Ternyata Ada Jenderal TNI yang Pukuli Keluarga Cendana sampai Berdarah

VIVA Militer: Jenderal TNI (Purn) Soeharto bersama M.Jasin

[ad_1]

VIVA – Jenderal TNI (Purn) HMSoeharto, siapa sih yang nggak kenal nama besar itu? Ya, dia adalah Presiden Republik Indonesia kedua yang memegang kekuasaan selama 32 tahun.

Sosok Jenderal Besar Soeharto dikenal sebagai seorang pemimpin yang memiliki pengaruh sangat kuat di berbagai sektor. Dengan pengaruhnya itu, Soeharto dikenal sebagai seorang presiden yang telah membangun kerajaan bisnis untuk keluarga besar beserta kolega dekatnya, yang biasa disebut dengan julukan keluarga cendana. Sehingga tidak ada kekuatan yang berani melawan pengaruh besarnya itu, bahkan konon katanya, siapapun yang berani melawan keluarga besar Jenderal TNI Soeharto resikonya adalah kehilangan nyawa.

Tapi ternyata, ada satu orang yang berani melawan pengaruh kuat keluarga cendana, dia adalah Letnan Jenderal TNI (Purn) Mochamad Jasin. Diam-diam Letjen TNI Mochamad Jasin pernah memukuli salah satu keluarga dari Jenderal Besar Soeharto. Dia adalah Brigjen TNI (Purn) Bustanil Arifin.

Bagaimana kisah lengkap mantan Wakasad yang pernah memukuli jenderal TNI keluarga Soeharto itu?

Dilansir VIVA Militer dari akun youtube, Kamis, 15 April 2021, kasus pemukulan yang dilakukan oleh Letjen TNI M.Jasin itu terjadi sekitar tahun 1973. Pemukulan terhadap Brigjen TNI Bustanil Arifin yang saat itu menjabat salah satu posisi penting di Bulog itu terjadi bukan tanpa alasan.  M.Jasin memukul jenderal TNI bintang satu yang merupakan masih keluarga dari istri Jenderal Soeharto itu lantaran Brigjen TNI Bustanil Arifin telah berani berbuat kurang ajar kepada salah satu putri M.Jasin ketika hendak dalam perjalanan menuju London, Inggris untuk belajar.

Ketika mengantarkan sang putri ke Bandara untuk pergi belajar ke London, saat itu Letjen M.Jasin bertemu dengan Bustanil Arifin yang kebetulan juga akan pergi ke luar negeri dengan pesawat yang sama dengan putrinya itu.

Melihat ada seorang teman jenderal yang juga akan melakukan bepergian dengan pesawat, maka Letjen TNI M.Jasin pun menitipkan putrinya kepada Brigjen TNI Bustanul Arifin ugar dijaga, mengingat hari itu merupakan penerbangan pertama bagi putrinya ke luar negeri.

Setelah sang putri sampai di London, sang putri langsung mengirim surat kepada M. Jasin dan melaporkan bahwa selama di perjalanan menuju ke London, bahwa dirinya mendapatkan perlakuan kurang ajar dari Brigjen TNI Bustanil Arifin.

[ad_2]

Sumber Berita

Advertisement. Scroll to continue reading.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Artikel Lainnya

Advertisement
close