Connect with us

Hi, what are you looking for?

Berita

Tak Banyak Bicara Setelah Dijatuhi Sanksi Berat, Lili Pintauli Hanya Sampaikan Terima Kasih

Tak Banyak Bicara Setelah Dijatuhi Sanksi Berat, Lili Pintauli Hanya Sampaikan Terima Kasih

[ad_1]

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar tak banyak bicara usai dijatuhi sanksi berat oleh Dewan Pengawas KPK. Ia hanya mengucapkan terima kasih setelah sidang ditutup oleh Ketua Majelis Sidang Etik Tumpak Hatorangan Panggabean.

“Terima kasih, pak,” kata Lili seperti dikutip dari persidangan daring yang digelar pada Senin, 30 Agustus.

“Demikian ibu, ada yang mau disampaikan?” tanya Tumpak mengakhiri persidangan.

“Terima kasih, pak,” ungkap mantan Komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) tersebut.

Dalam persidangan ini, Dewan Pengawas KPK memutus Lili bersalah dan melanggar kode etik karena berhubungan dengan pihak berperkara yaitu Wali Kota Tanjungbalai nonaktif M Syahrial.

Dia dinyatakan melanggar kode etik dan pedoman perilaku berupa penyalahgunaan pengaruh pimpinan KPK untuk kepentingan pribadi dan berhubungan langsung dengan pihak yang perkaranya sedang ditangani KPK yang diatur dalam Pasal 4 Ayat 2 Huruf b serta Peraturan Dewas Nomor 2 Tahun 2020.

“Mengadili dan menyatakan terperiksa Lili Pintauli Siregar bersalah melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku berupa penyalahgunaan pengaruh selaku Pimpinan KPK untuk kepentingan pribadi dan berhubungan dengan pihak yang perkaranya sedang ditangani,” kata Tumpak saat membacakan putusan.

Selanjutnya, Dewas KPK menghukum Lili dengan sanksi berat berupa pemotongan gaji selama setahun.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Menghukum terperiksa dengan sanksi berat berupa pemotongan gaji pokok sebesar 40 persen selama 12 bulan,” tegas Tumpak.

Ada dua hal yang membebani Lili sehingga dia dihukum. Ia dikatakan tidak menunjukkan penyesalan atas perbuatannya dan tidak memberikan contoh dan panutan sebagai Pimpinan KPK dalam mengimplementasikan IS.

Sementara hal yang meringankan adalah Lili mengakui perbuatannya dan belum pernah dijatuhi sanksi etik. Keputusan ini diambil dalam Permusyawaratan Majelis pada Kamis, 26 Agustus lalu dengan Tumpak Hatorangan Panggabean selaku ketua, Albertina Ho dan Harjono sebagai anggota majelis.

.

[ad_2]

Source

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Artikel Lainnya

Berita

[ad_1] JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan evaluasi aturan kunjungan daring bagi para tahanan di masa pandemi COVID-19. Hal ini dilakukan setelah...

Berita

[ad_1] JAKARTA – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menegaskan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin harus bertanggung jawab terkait operasi tangkap tangan (OTT)...

Berita

[ad_1] JAKARTA – Viral video yang menampilkan gaya hidup mewah Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud sebelum ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam...

Berita

[ad_1] JAKARTA – Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud terjerat operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 12 Januari kemarin...

Advertisement
close