Satlantas Polres Nganjuk Amankan 237 Motor Saat Razia Balap Liar

  • Whatsapp
Satlantas Polres Nganjuk Amankan 237 Motor Saat Razia Balap Liar


SecurityExpose.com – Jajaran Satlantas Polres Nganjuk mengamankan 237 motor dari aksi balap liar yang meresahkan warga.

Bacaan Lainnya

“Total yang kita amankan selama kurun waktu mulai Januari sampai Maret ada 237 sepeda motor dari aksi balap liar yang meresahkan masyarakat,” ujar Kapolres Nganjuk AKBP Harviadhi Agung Pratama, Sabtu (10/4/2021).

Dari 237 sepeda motor tersebut, tambah Harvi, ditinggalkan kabur oleh pemilik yang rata-rata anak muda. Para pemuda menggelar aksi balap liar diberbagai titik wilayah Nganjuk.

“Jadi mereka sebagian ada yang kabur meninggalkan motor mereka dan kita amankan kita tilang. Motor tidak boleh diambil sebelum melengkapi bagian yang dipreteli,” jelasnya.

Harvi menambahkan motor juga akan di tahan selama satu bulan sebelum dilakukan bayar tilang. Pemasangan rangkaian sepeda motor yang dipreteli wajib dilakukan di polres Nganjuk.

“Wajib tahan motornya sebulan dan pemasangan bagian yang dilepas harus di polres. Selain itu wajib ditahan sebulan biar jera,” tandasnya.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Marita Dyah Anggraini mengatakan bahwa aksi balap liar marak terjadi setiap hari Sabtu Minggu dan selalu digagalkan. Barang bukti puluhan knalpot brong turut dimusnahkan.

“Biasanya rutin malam Sabtu dan malam Minggu kebanyakan anak muda. Alhamdulillah selalu dapat kita gagalkan. Sudah kita musnahkan puluhan knalpot brong karena sangat mengganggu masyarakat,” jelas Marita.

Marita menambahkan selain ungkap kasus balap liar, Satlantas Polres Nganjuk juga telah menemukan pelanggaran tilang roda empat 299 dan roda dua total 681.

“Berdasarkan jenis pelanggaran roda dua 681 kendaraan, roda empat 299 kendaraan. Berdasarkan barang Bukti knalpot brong 44 batang, Velq modifikasi 51 unit semua di musnahkan,” pungkasnya.



Sumber Berita

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *