Satlantas Polres Cimahi Dirikan Empat Titik Penyekatan Larangan Mudik

  • Whatsapp
Satlantas Polres Cimahi Dirikan Empat Titik Penyekatan Larangan Mudik


SecurityExpose.com – Bekerja sama dengan Pemerintah Kota Cimahi dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, jajaran Satlantas Polres Cimahi terus mematangkan rencana penyekatan pemudik menjelang Lebaran 2021.

Bacaan Lainnya

Di wilayah Cimahi dan Bandung Barat direncanakan ada empat titik penyekatan, yakni di Gerbang Tol Baros 1 dan 2, Alun-alun Kota Cimahi, Gerbang Tol Padalarang, serta di Grafika Cikole Lembang.

“Untuk titik penyekatan kita ada empat. Lalu jalur tikus dari arah Cianjur dan Purwakarta lewat Underpass Padalarang,” ungkap Kasatlantas Polres Cimahi AKP Sudirianto, kepada wartawan, Selasa (27/4/2021).

Satlantas Polres Cimahi juga menyiapkan sticker khusus untuk kendaraan pemudik yang diputar balik. Stiker dengan diameter 5 sentimeter berwarna merah itu akan dipasang oleh petugas di titik penyekatan.

“Disiapkan juga sticker merah tanda pemudik diputar balik. Kalau nanti lewat ke titik penyekatan lainnya, sudah ada tandanya, jadi tidak diberhentikan lagi, itu untuk menghindari kemacetan juga,” tegasnya.

Jalur tikus sendiri menjadi jalur alternatif yang berpotensi dilalui pemudik untuk menghindari penyekatan di jalur arteri. Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat sendiri menyebut ada sejumlah jalur tikus di wilayah Bandung Barat.

Jalur alternatif yang diantisipasi pasca lebaran menuju objek wisata Lembang di antaranya Jalur Barat yakni melalui Jakarta/Cianjur – Padalarang (Tol Purbaleunyi) – Panaris – Pemkab Bandung Barat – Cisarua – Parongpong – Lembang.

Lalu Jalur Tengah Cimahi – Jalan Kolonel Masturi – Cisarua – Parongpong – Lembang.

Serta Jalur Utara Jalan Sersan Bajuri Via Parongpong – Jalan Punclut Via Ciumbuleuit – Jalan Punclut Via Dago (Perumahan Grand Citra) – Jalan Dago Giri – Langensari – Lembang – Subang – Jalan Tangkuban Parahu – Lembang – Parongpong – Cisarua – Tol Purbaleunyi – Jakarta

“Untuk jalur tikus di Bandung Barat itu cukup banyak dan keberadaannya akan jadi alternatif pemudik. Cuma kalaupun lewat jalur tikus, nanti akhirnya akan bermuara ke jalur arteri juga,” kata Kepala Dishub KBB Lukmanul Hakim.

Lukmanul mengatakan jika keterbatasan personel jadi salah satu permasalahan untuk terus menjaga jalur tikus mengantisipasi pemudik kucing-kucingan dengan petugas.

“Kami siagakan 102 personel, tapi kan sudah disebar ke beberapa titik. Untuk personel sendiri itu kita alami keterbatasan, jadi peran serta aparat kewilayahan di desa, babinsa, babinkamtibmas penting membantu mengamankan jalur tikus,” tandasnya.



Sumber Berita

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *