Connect with us

Hi, what are you looking for?

National

Presidensi G20 Indonesia 2022 Akan Prioritaskan Tiga Hal Ini

Presidensi G20 Indonesia 2022 Akan Prioritaskan Tiga Hal Ini

[ad_1]

Presidensi G20 Indonesia 2022 Akan Prioritaskan Tiga Hal Ini

SecurityExpose.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mengatakan Presidensi G20 Indonesia 2022 akan memproritaskan tiga hal yakni arsitektur kesehatan dunia yang lebih kuat, transisi energi, dan transformasi digital.

Hal itu disampaikan Retno dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) tahun 2022, Kamis (06/01/2022).

“Presidensi G20 Indonesia 2022 juga diharapkan mampu menjadi katalis dalam pemulihan ekonomi dunia akibat pandemi Covid-19,” katanya.

Retno juga menyoroti ketimpangan vaksinasi Covid-19. Menurutnya, berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO, terdapat 41 negara yang tingkat vaksinasi Covid-19 belum mencapai 10 %, dan 98 negara dengan tingkat vaksiansi kurang dari 40 %.

Selain itu, Retno menegaskan Indonesia harus mampu memproduksi vaksin dan obat sendiri.

“Pandemi Covid-19 telah mengajarkan kepada kita semua akan pentingnya ketahanan kesehatan,” ujarnya.

Retno menambahkan sampai dengan akhir Desember 2021, lebih dari 270 juta dosis vaksin telah diterima Indonesia, dan cakupan vaksinasi mencapai 40 persen target populasi.

“Sampai dengan 22 Desember 2022, Indonesia berhasil memenuhi target vaksinasi dari WHO yakni 40 % penduduk,” terangnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti rivalitas antarnegara besar di kawasan Indo Pasifik.

Retno menegaskan, Indonesia akan tetap berpedoman kepada United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 atau Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut.

“Klaim apapun dan dari pihak manapun harus sesuai hukum internasional, dan Indonesia akan terus menolak klaim yang tidak memiliki dasar hukum internasional,” bebernya.

Ia juga menambahkan pada 2022 pihaknya akan melanjutkan pembicaraan perbatasan dengan sejumlah negara seperti Malaysia, Philipina, dan Vietnam.

“Dengan Malaysia akan dibahas perbatasan di Selat Malaka, dan dengan Vietnam terkait garis batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE),” pungkasnya.


Photo Credit: Presiden Jokowi bersama dengan Perdana Menteri Italia Mario Draghi. BPMI/Layle Re

 

Indra Christianto
Latest posts by Indra Christianto (see all)



[ad_2]

Sumber Berita

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Artikel Lainnya

National

[ad_1] Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri (Menlu) Kanada, Melanie Joly, bersama delegasi terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 11...

Korlantas

[ad_1] KORLANTASPOLRI – Lokasi aksi penyampaian pendapat Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dialihkan ke depan Gedung DPR/MPR. Menindaklanjuti hal tersebut, Polda...

Korlantas

[ad_1] KORLANTASPOLRI – Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 18 April 2022. Bagi anda warga Kabupaten Semarang Jawa Tengah yang ingin...

Korlantas

[ad_1] KORLANTASPOLRI – Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 18 April 2022. Bagi anda warga Kabupaten Semarang Jawa Tengah yang ingin...

Advertisement
close