Connect with us

Hi, what are you looking for?

Techno

Pinjol Ilegal Dikendalikan dari Luar Negeri, Punya Server di Singapura, India, dan China

Pinjol Ilegal Dikendalikan dari Luar Negeri, Punya Server di Singapura, India, dan China

[ad_1]

JAKARTA – Di tengah maraknya pemberantasan pinjaman on line (pinjol) ilegal di RI, Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L. Tobing mengungkapkan pinjol mendapat pendanaan sebesar 34 persen dari asing.

Data tersebut didapat SWI dari data Kementerian Kominfo. Selain itu, pinjol ilegal yang beroperasi di Indonesia juga mempunyai server di luar negeri, mulai dari Singapura, India, hingga China.

“Dari luar untuk disalurkan di Indonesia. Pelaku mengendalikan dari luar negeri,” ungkap Tongam sebagaimana CNBC pada Selasa 26 Oktober 2021.

Dia juga memaparkan pada Juni lalu hanya ada sekitar 22 persen server pinjol di RI. Sementara sebesar 40 persen tidak diketahui asalnya karena beraktivitas lewat media sosial, dan sisanya berasal dari luar negeri.

Kepolisian juga mencurigai dana pinjol ilegal tersebut berasal dari luar negeri. Ini berdasarkan pengumpulan informasi dari para pelaku pinjol ilegal yang berhasil diringkus.

Pihak kepolisian juga tengah melakukan pendalaman terkait gerak-gerik pinjol guna dilakukan penyidikan. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Brigjen Helmy Santika.

Dan pinjol ilegal tersebut diduga berasal dari luar negeri, namun ada juga dugaan dana berasal dari dalam negeri. Brigjen Helmy juga memaparkan pihaknya menemukan remitansi atau pengiriman uang dari luar negeri setelah dilakukan penyelidikan. Dari temuan tersebut, remitansi hanya melakukan aktivitas penyimpanan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Karena dari beberapa kegiatan penyelidikan yang kita lakukan ada beberapa yang sebagai remitansi, legal berdasarkan Bank Indonesia. Namun tugasnya kewenangan mengirim dan menerima tidak menyimpan. Kami menerima fakta remitansi yang juga selain mengirim dan menyimpan sedang dilakukan pendalaman,” ungkap Helmy dalam konferensi pers pada Senin 25 Oktober 2021.

.

[ad_2]

Source

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

Techno

[ad_1] JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tampaknya tidak ingin menghapus aturan atau larangan dari mantan Presiden Donald Trump terhadap Huawei. Kini...

Techno

[ad_1] YOGYAKARTA – Microsoft Word memiliki berbagai macam fitur yang dapat digunakan oleh pengguna untuk mempermudah pekerjaannya dalam menyusun dokumen, salah satunya adalah fitur...

Techno

[ad_1] JAKARTA – Tekanan inflasi kian kencang, hal tersebut sudah dirasakan konsumen Amerika Serikat dan penduduk dunia. Data teranyar membuktikan Indeks Harga Konsumen (IHK)...

Techno

[ad_1] YOGYAKARTA – Aplikasi pesan instan Telegram memiliki berbagai macam fitur yang dapat dinikmati penggunanya, mulai dari pesan teks pribadi, panggilan telepon, video call,...

Advertisement
close