Connect with us

Hi, what are you looking for?

Cybercrime

Peretasan Mengekspos Data Pribadi Seluruh Kota Swiss: Laporkan

view counter


Sebuah kota kecil di Swiss mengakui Rabu malam bahwa mereka telah meremehkan tingkat keparahan serangan siber, menyusul laporan data pribadi seluruh penduduk yang diekspos secara online.

Kota kecil Rolle yang indah, di tepi Danau Jenewa, pekan lalu mengakui bahwa kota itu telah menjadi korban serangan ransomware, dan bahwa data pada beberapa server administratif telah disusupi.

Tetapi pemerintah kotamadya di kota yang berpenduduk sekitar 5.400 jiwa itu bersikeras bahwa hanya sejumlah kecil data yang terpengaruh, dan bahwa semua informasi telah dipulihkan dari salinan cadangan.

Kepala administrasi kota Monique Choulat Pugnale mengatakan kepada harian Swiss 24 heures pada saat itu bahwa itu adalah “serangan lemah”, yang hanya memengaruhi server email yang “tidak berisi data kota yang sensitif”.

Tetapi menurut penyelidikan yang diterbitkan oleh harian Le Temps pada hari Rabu, serangan yang pertama kali terdeteksi pada 30 Mei sebenarnya “besar-besaran”.

Surat kabar itu mengutip seorang pakar keamanan siber yang tidak disebutkan namanya di “web gelap” yang mengatakan bahwa dia hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk menemukan ribuan dokumen kota Rolle.

Dokumen-dokumen itu, katanya “bersifat pribadi dan sangat sensitif.”

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kotamadya Rolle, yang telah mengajukan pengaduan pidana dalam kasus tersebut, mengakui dalam sebuah pernyataan Rabu malam bahwa mereka “meremehkan tingkat keparahan serangan (dan) potensi penggunaan data.

Kota itu mengatakan “dengan kerendahan hati mengakui kenaifan tertentu terhadap taruhannya ketika berhadapan dengan web gelap dan peretasan jahat”, dan mengatakan telah membentuk satuan tugas untuk menangani krisis.

Itu tidak merinci tentang jenis informasi yang telah diekspos, tetapi Le Temps mengatakan para jurnalisnya telah melihat spreadsheet dengan data semua penduduk.

Data itu termasuk nama, alamat, tanggal lahir, nomor jaminan sosial dan informasi izin tinggal untuk warga negara non-Swiss. Dalam beberapa kasus, afiliasi keagamaan juga dicantumkan.

Catatan sekolah juga telah ditemukan, dengan daftar nilai siswa, serta informasi tentang anak-anak yang telah tertular Covid-19.

Formulir yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja karyawan komunal juga ditemukan, seperti beberapa catatan kriminal, menurut surat kabar tersebut.

© AFP 2020

Tag:

.



Source

Advertisement. Scroll to continue reading.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

Teknologi

JAKARTA – Dua tahun setelah pandemi, seluruh dunia bersiap untuk pemulihan. Pada tahun 2022, perusahaan dan masyarakat bersiap kembali ke keadaan normal, dengan memulai...

Teknologi

JAKARTA – Menjelang dimulainya tahun 2022, Bekerja dari rumah (WFH) kembali diberlakukan, mengingat varian Omicron COVID-19 baru saja muncul. Tetapi, WFH sepanjang pandemi menjadi...

Korlantas

SecurityExpose.com – Komisioner Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti, S.H., LL.M., mengapresiasi penyelenggaraanKonferensi Polwan Sedunia ke-58. Indonesia menjadi negara Asia pertama sebagai tuan rumah. Dikatakannya,...

National

NTT,-Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau vaksinasi massal yang dilakukan di Gereja Paroki Roh Kudus, Labuan Bajo, Manggarai...

Advertisement
close