Connect with us

Hi, what are you looking for?

Viral

Geger Warga NTT Alami Kematian Massal Akibat Ikan Buntal, Berikut 3 Fakta Mencengangkannya!

Ikan Buntal

[ad_1]

Ikan Buntal

Ikan Buntal | i.natgeofe.com

3 fakta mencengangkan akibat keracunan ikan buntal yang mengakibatkan keracunan massal!

Sebanyak 13 warga Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, NTT, mendadak mengalami keracunan massal akibat makan ikan buntal! Bahkan empat diantaranya dinyatakan tewas akibat mengkonsumsi ikan tersebut. Melansir dari berbagai sumber pada Selasa (29/6), para warga yang keracunan tersebut telah dilarikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tc Hillers Maumere, NTT.

Tercatat, empat orang di antaranya telah dinyatakan meninggal dunia. Sementara delapan orang masih dalam perawatan dan satu orang sudah dipulangkan. Kasus keracunan ikan buntal (pufferfish) ini mengingatkan kita kembali bahwa ikan buntal adalah bukan hewan yang dapat dimakan sembarangan. Hal ini terjadi karena ikan buntal memiliki jenis racun mematikan disebut tetrodotoxin.

Namun hingga kini, mungkin masih banyak orang yang belum banyak mengetahui bahwa jenis ikan ini adalah ikan yang berbahaya untuk dikonsumsi. Sehingga, mengkonsumsi ikan buntal air tawar yang sebagai hidangan kuliner sangatlah tidak disarankan oleh para ahli karena kadar racun yang mematikan pada ikan tersebut. Melansir dari berbagai sumber, beberapa fakta yang ikan buntal yang belum banyak diketahui adalah:

1.

Racun ikan buntal 1200 kali lebih mematikan dari Sianida

Ikan Buntal

Ikan Buntal | notesofnomads.com

Menurut National Geographic, tingkat fatalitas racun ikan buntal sendiri dinilai sangat mematikan. Hampir semua ikan buntal dinyatakan memiliki racun tetrodotoxin yang seringkali dianggap mematikan bagi ikan lain dan juga manusia. Menurut penelitian, tetrodotoxin memiliki kadar racun 1.200 kali lebih banyak dibanding sianida.

Efek samping dari racun tetrodotoxin sendiri pada umumnya adalah melumpuhkan otot hingga membuat orang yang memakannya tidak bisa bernafas lalu meninggal. Seorang bocah 9 tahun di China pernah alami koma lantaran makan ikan buntal. Jantungnya bahkan sempat berhenti berdetak beberapa kali. Untungnya bocah ini berhasil diselamatkan tim dokter setempat.

Racun tetrodotoksin sendiri tersimpan di dalam hati, kelenjar kelamin, kulit, dan usus dari bagian ikan buntal yang beracun tersebut. Agar ikan buntal aman dikonsumsi, berbagai organ tersebut harus dibuang secara hati-hati dengan teknik khusus agar daging ikan tidak terkontaminasi racun tersebut. Oleh karena itu, ikan buntal umumnya tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi di rumah dan hanya boleh disajikan di restoran yang secara khusus menyajikan menu ikan buntal.

Advertisement. Scroll to continue reading.

2.

Tidak bisa dikonsumsi sembarangan, harus diolah oleh ahli

Ikan Buntal

Ikan Buntal | i.ytimg.com

Para ahli Biologi berpendapat, ada cukup racun dalam satu ikan buntal untuk membunuh 30 manusia dewasa, dan sejauh ini belum ada penawar yang diketahui. Fakta ini terkesan sangat mengerikan mengingat ikan buntal sendiri memiliki fisiologi yang bisa dibilang cukup lucu & menggemaskan. Itu artinya, ikan ini tidak bisa dikonsumsi sembarangan.

Meski jenis ikan ini dapat dimakan, mengolahnya harus dilakukan dengan hati-hati dan cara yang tepat. Mengolah ikan buntal tak bisa sembarangan. Seorang chef harus mengantongi sertifikasi khusus untuk menyajikan menu ini.

Sertifikasi itu didapat setelah masa pelatihan 2-3 tahun. Kemudian chef harus mengikuti berbagai ujian seperti uji tertulis, uji identifikasi ikan, dan uji praktek. Kabarnya, di Jepang sendiri hanya 35% pelamar yang lulus pelatihan ini.

Artikel Lainnya
3.

Ada jenis ikan buntal yang aman dikonsumsi

Ikan Buntal

Ikan Buntal | i.natgeofe.com

Namun, meski sangat berbahaya untuk dikonsumsi, ada beberapa spesies ikan buntal yang aman dan dapat dimakan. Terdapat dari sekitar 200 spesies ikan buntal yang ada di dunia, jenis-jenis ikan buntal yang dapat dimakan adalah: ikan buntal jenis Higanfugu (T. pardalis), Shōsaifugu (T. vermicularis syn. snyderi), dan Mafugu (T. porphyreus) dan Torafugu alias ikan buntal harimau.

Hal ini menjadi penting karena racun tetrodotoksin tidak akan hilang walau ikan buntal dimasak atau dibekukan. Jika tidak diolah dengan benar, racun dari organ tubuh ikan buntal bisa menyebar dan terserap ke dalam dagingnya. Inilah sebabnya diperlukan koki atau ahli masak terlatih untuk membersihkan dan mengolah ikan buntal menjadi hidangan yang aman dikonsumsi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Itulah beberapa fakta penting terkait ikan buntal yang belum banyak diketahui orang. Dari poin-poin diatas kita semua dapat mengambil kesimpulan bahwa ikan buntal bukanlah hewan yang dapat dikonsumsi semua orang tanpa diolah dengan tepat dari ahli yang sudah terlatih menanganinya. Tak hanya itu, racun yang ada pada ikan buntal pun telah diketahui sangatlah mematikan apabila tak sengaja termakan.

Oleh karena itu, jangan coba-coba makan ikan buntal di jalan tanpa pengawasan dari ahli ya guys!

Tags :


[ad_2]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

Viral

[ad_1] Ilustrasi Mayat | BantenHits.com Dilansir dari kompas.tv (11/03/2020), Fiarry mengungkapkan bahwa hingga sekarang masih belum ditemukan penawar racun ikan buntal. Tetrodoxin, yang merupakan...

Advertisement
close