Connect with us

Hi, what are you looking for?

Economic

Di Munas Kadin, Menko Airlangga Berharap Para Pengusaha dan Peneliti Sama-Sama Berperan dalam Penyediaan Vaksin Merah Putih

Di Munas Kadin, Menko Airlangga Berharap Para Pengusaha dan Peneliti Sama-Sama Berperan dalam Penyediaan Vaksin Merah Putih

[ad_1]

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjadikan pandemi COVID-19 sebagai momentum kemandirian jangka panjang.

Menko Airlangga mengatakan adanya pandemi diharapkan bisa memacu industri farmasi dalam negeri untuk memproduksi sendiri vaksin, obat-obatan, dan alat kesehatan yang selama ini masih bergantung kepada luar negeri.

“(Pandemi) ini dapat menjadi sebuah fase untuk kemajuan riset dan inovasi khususnya pada sektor farmasi dalam negeri. Pemerintah meminta Kadin Indonesia bersama dunia usaha dan lembaga penelitian nasional untuk bersama-sama berperan dalam strategi penyediaan vaksin COVID-19 secara mandiri yaitu Vaksin Merah Putih,” kata Menko Airlangga dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Kadin Indonesia di Kendari, Sulawesi Tenggara, dikutip dari Antara, Kamis 1 Juli.

Selain mengendalikan penyebaran COVID-19, lanjutnya, upaya kemandirian juga diharapkan dapat menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional yang saat ini sedang terjadi. Airlangga juga mengapresiasi peran Kadin Indonesia yang telah berupaya mengajak semua perusahaan untuk mewujudkan Vaksinasi Gotong Royong.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, kita percepat vaksinasi dari satu juta dosis per hari menjadi dua bahkan 2,5 juta dosis per hari. Jika pada semester pertama target belum tercapai karena masalah pengiriman vaksin. Sekarang kita punya tambahan pengiriman vaksin,” ujarnya.

Kemudian, sehubungan dengan peran Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Airlangga mengatakan bahwa selain unsur pemerintah, Indonesia juga secara aktif melibatkan kelompok nonpemerintah termasuk Kadin yang tergabung dalam G20 Engagement Groups.

Keterlibatan Kadin dalam G20 bertujuan untuk memastikan proses pembahasan mengenai upaya pemulihan ekonomi yang bersifat inklusif dengan memperhatikan masukan dari kelompok dari luar pemerintah selaku pemangku kepentingan dan pelaku utama pertumbuhan ekonomi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kami berharap Kadin Indonesia menjadi brainware pemerintah untuk operasionalisasi daripada omnibus law, karena omnibus law ini menjadi contoh bahwa Indonesia adalah negara yang melakukan reformasi struktural dalam situasi pandemi COVID-19,” ujarnya.

.

[ad_2]

Source

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya

Ekonomi

[ad_1] JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan pembangunan Bandara Mentawai Baru di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, selesai pada Agustus 2022. Nantinya,...

Berita

[ad_1] JAKARTA – Adanya klaster sekolah COVID-19 yang terjadi pada 24 orang terdiri atas 14 siswa dan 10 orang tenaga pendidik tanpa gejala, Pemerintah...

Ekonomi

[ad_1] JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meluncurkan Merah Putih Fund pada bulan depan....

Ekonomi

[ad_1] JAKARTA – Harga sewa pesawat Garuda Indonesia lebih mahal empat kali lipat atau 26 persen dari rata-rata harga di dunia. Menteri BUMN Erick...

Advertisement
close