BERILMU HITAM, LAKUKAN PENCURIAN EMAS DI LAHAT

  • Whatsapp
BERILMU HITAM, LAKUKAN PENCURIAN EMAS DI LAHAT


HUMAS POLRES LAHAT-Pelaku pencurian di Toko Mas Populer, Jl Mayor Ruslan II No 52 Kecamatan Kota Lahat, Kamis 21 Mei 2020 sekitar pukul 12.00 WIB lalu, akhirnya tertangkap. Tersangkanya Ujang Novrianto alias Gilang (39) warga Srinanti Kelurahan Gunung Gajah, Kota Lahat, dan Berta Ardinata alias Rudi (24), warga Dusun Padang Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Empat Lawang.

Bacaan Lainnya

Dalam rekontruksi kejadian, kedua tersangka rupanya sudah memikirkan rencana matang. Keduanya datang menggunakan satu sepeda motor jenis Yamaha Mio, berhenti persis di depan toko. Rudi berperan menjaga di sepeda motor, sedangkan Gilang masuk ke toko mas sambil berpura-pura ingin membeli mas berbentuk gelang.

Melihat kondisi sekitar tidak terlalu ramai, emas 24 karat seberat 5 suku (33,5 gram) milik Linda (59) pemilik toko, langsung dibawa kabur oleh Gilang, yang belakangan diketahui memiliki ilmu gendam ini, dan lari meninggalkan lokasi bersama Rudi. Atas kejadian itu, Linda mengalami kerugian Rp 22 juta 500 ribu.

“Tersangka Gilang ini sudah banyak kasusnya, hampir 10 LP. Tersangka ini punya ilmu gendam, resedivis spesialis nipu, hipnotis dan nodong,” kata Kapolres Lahat, AKBP Achmad Gusti Hartono SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Kurniawan H Barmawi SIK, Selasa (6/4).

Kedua tersangka berhasil diamankan ketika polisi berpakaian preman berhasil menemukan keberadaan Gilang, di sebuah kafe di Desa Tanjung Payang, 16 Maret 2021sekitar pukul 18.30 WIB lalu. Dalam pelariannya, pria bertato anjing liar di betis kaki kirinya ini rupanya selalu berpindah-pindah.

Polisi langsung memburu Rudi, dan berhasil diamankan di kediamannya. Rekaman kamera CCTV jadi petunjuk polisi memburu tersangka, sedangkan 1 jaket switer lengan panjang milik tersangka jadi barang bukti pihak kepolisian.

“Selama pelarian tersangka ini rupanya banyak lakukan kejahatan. Tergantung korban, jika tidak mempan dengan gendam tersangka tidak segan melakukan kekerasan,” terang Kanit Pidum, Ipda Budi Agus SE, didampingi Paur Humas, Aiptu Lispono. Kedua tersangka dijerat pasal 363 KUHP, ancaman minimal 5 tahun ke atas.



Source

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *